Makalah isd bab 6 all

ILMU SOSIAL DASAR

BAB 6

Nama: Muhammad nur arfan

Npm:   14111203

Kelas:   IKA37

Pelapisan Sosial

Merupakan suatu unsur dalam kehidupan manusia yang memiliki sebuah fungsi yang amat penting di dalam kehidupan kita di dalam pelapisan tersebut terbagi beberapa jenis masyarakat dari berbagai jenis adat suku dan budaya, semua menjadi satu walaupun terkadang ada perbedaan antara golongan kaya dan juga golongan miskin tetapi semua itu dijalankan dengan rasa sosial demi terjalin suatu ikatan persaudaraan yang bisa membuat daerah sekitar kita menjadi nyaman

Menurut pendapat para ahli tentang pelapisan sosial

Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelasyang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang

Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai  latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial itu maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.

Jika dilihat dari kenyataan, maka Individu dan Masyarakat adalah Komplementer. dibuktikan bahwa:

a) Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya;

b) Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan perubahan besar masyarakatnya.

Menurut Pitirim A.Sorokin, Bahwa “Pelapisan Masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis)”.

Sedangkan menurut Theodorson dkk, didalam Dictionary of Sociology, bahwa “Pelapisan Masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanent yang terdapat didalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam pembedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan. Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.

PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL

Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno. Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kapada kaum laki-laki dan perempuan. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri.

Didalam organisasi masyarakat primitif, dimana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. HAl ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut:

1) Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban;

2) Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa;

3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh;

4) Adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum (cutlaw men);

5) Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri;

6) Adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.

TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:

– Terjadi dengan Sendirinya

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.

– Terjadi dengan Sengaja

Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:

1) Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.

2) Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).

PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA

Menurut sifatnya, sistem pelapisan dalam masyarakat dibedakan menjadi:

1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup

Dalam sistem ini, pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal istimewa. Di dalam sistem yang tertutup, untuk dapat masuk menjadi dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :

-Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan  pendeta;

-Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;

-Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;

-Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;

-Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta,dsb.

BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL

Bentuk konkrit daripada pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti:

1) Masyarakat terdiri dari Kelas Atas (Upper Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).

2) Masyarakat terdiri dari tiga kelas, yaitu Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).

3) Sementara itu ada pula sering kita dengar : Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class), Kelas Menengah Ke Bawah (Lower Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).

Para pendapat sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat. seperti:

– Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan golongan ekonominya sehingga ada yang kaya, menengah, dan melarat.

Prof.Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH.MA menyatakan  bahwa selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya makan barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.

Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada 2 kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu, yaitu golongan elite dan golongan non elite.

Gaotano Mosoa, sarjana Italia. menyatakan bahwa di dalam seluruh  masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.

Karl Marx, menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada 2 macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

 

 

 

 

 

 

 

KESAMAAN DERAJAT

Didalam kehidupan di dunia ini tidak ada salahnya apa bila kita melihat kebawah keadaan orang sekitar kita, sebagai manusia yang merupakan mahkluk ciptaan tuhan yang maha esa tidak ada apa-apanya apa bila semua yang kita lakukan tidak dapat restu dari tuhan dalam kehidupan ini kita memiliki banyak masalah yang tidak akan bisa dihadapi dengan diri sendiri tetapi ada kalanya juga kita membutuhkan orang lain untuk membantu kita dalam menyelesaikan masalah kita.

Kesamaan derajat merupakan sifat manusia untuk menyadari bahwa tidak adanya suatu perbedaan bagi terhadap sesama manusia karena kita dan juga mereka diciptakan sama buat apa kita membedakan kalau derajat kita lebih tinngi dibandingkan dengan orang lain kalau semua sifat manusia seperti itu maka tidak ada namanya hidup nyaman dan juga hidup damai yang ada hanya hidup penuh dengan perselisihan

Kesamaan derajat adalah sifat perhubungan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik artinya orang sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah Negara.

Sebagai warga negara Indonesia, tidak dipungkiri adanaya kesamaan derajat antar rakyaknya, hal itu sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 dalam pasal ..

1. Pasal 27

• ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan

• ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan

2. Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.

3. Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara

4. Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran.

 

 

 

ELITE DAN MASSA

Di jaman era modern ini merupakan salah satu jaman yang paling berkembang di dalam bidang-bidang tertentu apa lagi di dalam bidang tekhnologi yang mempunyai banyak macam kegunaan dan juga pemanfaatan, semakin berkembangya jaman pola pikir manusia pun menjadi berubah dikarenakan mereka sudah nyaman dengan begitu saja pendidikan ditinggalkan dan ditelantarkan

Pendidikan merupakan faktor yang amat penting dalam proses penunjang kehidupan kita di masa yang akan datang, penyesalan yang mereka akan dapatkan apa bila tidak memikirkan pendidikan apabila itu terjadi maka akan sulit untuk mencari pekerjaan sementara di luar sana banyak perusahaan yang banyak mencari pekerja dengan faktor pendidikan yang setara dan juga kemampuan yang berimbang

Mereka yang hanya bisa terdiam dan merasa menyesal akan semuanya dari semua itu tercipta lah sebutan elite dan massa dimana orang yang mengejar pendidikan akan memiliki kedudukan yang di hormati dikalangan pekerjaan maupun sosial dan sementara orang yang terlalu santai memikirkan kehidupan hanya iri

Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

 

Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.

 

Di dalam suatu pelapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kehijaksanaan. Mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan an lainnya lagi. Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya.

 

Ada dua kecenderungan untuk menetukan elite didalam masyarakat yaitu : pertama menitik beratakan pada fungsi sosial dan yang kedua, pertimbangan-pertimbangan yang bersifat moral. Kedua kecenderungan ini melahirkan dua macam elite yaitu elite internal dan elite eksternal, elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa. Sedangkan elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi berhubungan dengan problem-problema yang memperlihatkan sifat yang keras masyarakat lain atau mas depan yang tak tentu. Massa adalah sesuatu istilah yang dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai, tapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku missal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oeleh beberap peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.

FUNGSI ELITE DALAM MEMEGANG STRATEGI

Pembedaan elite dalam memegang strategi secara garis besar adalah sebagai berikut :

a)        Elite politik (elite yang berkuasa dalam mencapai tujuan).

b)        Elite ekonomi, militer, diplomatik dan cendekiawan (mereka yang berkuasa atau mempunyai pengaruh dalam bidang itu).

c)        Elite agama, filsuf, pendidik, dan pemuka masyarakat.

d)       Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis, seperti : artis, penulis, tokoh film, olahragawan dan tokoh hiburan dan sebagainya.

Elite dari segala elite dapatlah menjalankan fungsinya fungsinya dengan mengajak para elite pemegang strategi di tiap bidangnya untuk bekerja sebaik-baiknya. Kecuali itu dimanapun juga para elite pemegang strategi tersebut memiliki prinsip yang sama dalam menjalankan fungsi pokok maupun fungsinya yang lain, seperti memberikan contoh tingkah laku yang baik kepada masyarakatnya, mengkoordinir serta menciptakan yang harmonis dalam berbagai kegiatan, fungsi pertahanan dan keamanan, meredakan konflik sosial maupun fisik dan dapat melindungi masyarakatnya terhadap bahaya dari luar.

 

 

 

PEMBAGIAN PENDAPATAN

Dalam kehidupan kita sangat membutuhkan banyak sekali pengeluaran untuk memenuhi kehidupan kita sebagai manusia untuk itu pekerjaan amat sangat penting dalam menentukan sebuah pendapatan yang kita dapatkan agar semua itu terwujud kita harus memilii keahlian di bidang tertentu dan juga pendidikan yang mematok semua itu agar bisa terwujud

Perkotaan dan pedesaan tentu sangat berbeda dalam hal mendapatkan suatu pendapatan karena kebutuhan dan juga harga pokok untuk kehidupan di kota dan juga sangat amatlah berbeda jadi pendapatan sangat lah penting untung kelangsungan jidup seseorang agar bisa memenuhi kebutuhan pendapatan

Berikut ini merupakan suatu kutipan ari pembagian pendapatan

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menilai kenaikan batasan garis kemiskinan bisa dianggap sebagai cerminan akan terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat Indonesia. “Saya belum bisa mengomentari apakah ini [kenaikan batasan garis kemiskinan] impact-nya terhadap kemiskinan seperti apa. Akan tetapi, yang jelas pendapatan masyarakat tambah meningkat. Jadi kalau garis kemiskinan dinaikkan, karena income kita pun meningkat sehingga kemampuan daya belinya meningkat,” ujarnya, hari ini.
Dia menyoroti pertumbuhan ekonomi tahun lalu sebesar 6,1% yang bisa membuka  3,3 juta lapangan kerja baru sebagai hal yang patut dibanggakan. Melalui pertumbuhan itu, Indonesia bisa mengurangi angka kemiskinan sekitar 0,6% dari 14,1 juta rakyat miskin pada 2009 menjadi 13,3 juta rakyat miskin pada 2010.
““Jangan salah, kalau ukuran negara lain tidak seperti kita. Indonesia kan di atas 0,6% dari 14,1 juta [rakyat miskin] ke 13,3 juta [rakyat miskin], itu besar sekali, rata-rata negara lain 0,3% yang sudah dianggap angka yang besar. Pertumbuhan itu harus mengurangi kemiskinan dan pengangguran.”
Badan Pusat Statistik mengungkapkan garis kemiskinan yang digunakan untuk mengukur level ekonomi penduduk Indonesia selama setahun terakhir naik 10,3%, dari sekitar Rp7000 per kapita per hari menjadi Rp8.000 per kapita per hari.
Terkait BBM bersubsidi, Hatta menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sedang mengkaji terkait dampak pengaturan BBM subsidi. Menurut dia, opsi pengaturan BBM subsidi tidak hanya melihat dari fiskal, namun juga perlu melihatnya secara keseluruhan mulai dari makro ekonomi, data beli masyarakat, serta dampaknya terhadap inflasi.
Secara terpisah, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menilai jika pemerintah ingin menaikkan harga BBM subsidi sebaik cepat dilakukan saat ini atau tidak sama sekali karena selain harus memperhitungkan dampak inflasi yang lebih besar jelang Lebaran, indeks kepercayaan konsumen kepada pemerintah semakin membaik.
“Indeks kepercayaan konsumen yang meningkat terus sejak Maret hingga Juni. Artinya, mereka lebih percaya terhadap keadaan ekonomi,” kata Purbaya.
Menurut survei, Purbaya menjelaskan, selama Februari indeks kepercayaan konsumen mencapai titik terendah sepanjang sejarah karena harga pangan naik. Kondisi itu membuat masyarakatkesal terhadap pemerintah. Namun, sekarang ini tingkat kepercayaan tersebut sudah semakin membaik

RINGKASAN

Dalam kehidupan manusia terdapat beberapa golongan manusia yang berasal dari berbagai jenis adat,suku dan juga budaya di tempat mereka tinggal mempunyai banyak kesamaan dan juga perbedaan semua itu dijalankan dengan rasa hormat agar tidak terjadi perselisihan atau pertingkaian.

Kehidupan ini banyak sekali perbedaan antara yang mempunyai pendidikan ataupun tidak karena perbedaan itu maka terciptah lah suatu perbedaan dan juga kedudukan tetapi sebagai manusia yang sama-sama diciptakan oleh manusia tidak ada kalanya kalau kita ini tidak ada perbedaan semua sama di mata tuhan yang maha esa.

Perbedaan pendidikan di zaman era modern ini sangatlah penting karena dampak pengaruhnya terhadap masa depan kita sendiri kalau kita meninggalkan pendidikan maka untuk mencari pekerjaan pun akan sangat sulit karena sekarang ini banyak perusahaan yang melihat dari factor pendidikan.

Pendapatan ini sangatlah penting untuk memenuhi sebuah kebutuhan didalam menunjang sebuah kehidupan di masa depan manusia bekerja dengan rasa yang penuh dengan kehati-hatian untuk lamanya bekerja karena mencari pekerjaan sangatlah susah .

 PENDAPAT

Menjalani hidup ini penuh dengan rasa duka dan cita semua dilakukan untuk kehidupan manusia yang akan dapat menjadikan dirinya sebagai mahkluk yang ingin dihormati bagi sesama manusia, faktor pelapisan sosial dimana terdapat banyak beragam adat dan juga budaya dalam proses sosial manusia kita harus mudah menyasuaikan diri dengan keadaan tersebut

Jaman semakin berubah dan juga berkembang dalam mencari pekerjaan pun semakin sulit karena banyaknya rakyat Indonesia yang ingin bekerja maka dari itu lebih baik kita memiliki kempapuan yang tidak di miliki oleh orang lain karena itu akan membantu kita dalam mencari atau membuka lahan pekerjaan

Sumber

http://keyrenz.wordpress.com/2009/11/22/pelapisan-sosial-masyarakat/

http://w4t3rmelon.wordpress.com/2011/01/29/4-pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/

http://arifsubarkah.wordpress.com/2010/01/02/elite-dan-massa/

 

 

 

 

 

 

 

About arfanart

asik,bawel,ngeselin,agak pelit

Posted on November 21, 2011, in isd bab 6. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: