Resensi Sepotong Hati Yang Baru (Berjuta Rasanya 2)

Judul                                       : Sepotong Hati yang Baru (Berjuta Rasanya 2)

Jenis                            : Fiksi

No. ISBN                    : 2010019045600

Penulis                         : Tere Liye

Penerbit                       : Republika

Tanggal terbit              :September 2012

Sinopsis Novel

Sepotong Hati Yang Baru merupakan sebuah buku fiksi yang berbebentuk novel, namun dari buku ini pembaca dapat mengambil banyak hikmah yang akan memotivasi pembaca untuk memperbaiki diri. Isi dari novel ini merupakan lanjutan dari kumpulan cerita pendek sebelumnya yang berjudul Berjuta Rasanya. Buku ini berisi 8 cerita pendek dengan tema yang serupa dengan kumpulan cerpen sebelumnya, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan perasaan cinta. Dibandingkan dengan Berjuta Rasanya yang berisi 15 kisah berbeda, buku ini menyuguhkan jumlah cerita yang lebih sedikit – oleh karena itu setiap cerita memiliki kesempatan untuk digali lebih dalam. Ada juga beberapa kisah dalam buku ini yang karakternya sudah pernah muncul di Berjuta Rasanya – meskipun dengan cerita yang berbeda dan tidak berkelanjutan.

Kelebihan novel ini karena Tere Liye selalu bisa merangkai kata indah yang memberikan pembelajaran tentang hidup melalui berbagai tulisanya yang tidak hanya membahas cinta. Gaya penulisan Tere-Liye yang mengalir dengan baik dan berhasil menggugah emosi. Kelebihan lain dari buku ini adalah buku ini tidak berbau agama, tapi dapat membuat pembaca ingin bersegera menjadi pribadi yang baik dan tulus. Dalam buku ini ada 8 kisah yang akan disajikan, kisah yang pertama, berjudul ‘Hiks, Kupikir Itu Sungguhan’. Dalam buku Berjuta Rasanya, pernah dituliskan kisah yang serupa, sebuah cerita cinta sederhana yang mungkin saja dapat terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Cerita ini dibawakan dengan ringan dan ceria, sesuai dengan karakternya yang berusia muda. Tema-nya mungkin bisa ditebak dari judulnya sendiri, yaitu tentang seorang gadis yang ‘merasa’ bahwa laki-laki yang ia sukai membalas perasaannya – padahal itu semua hanya perasaannya saja. Lewat kisah ini, orang-orang muda seolah ‘diperingatkan’ agar tidak hanya melihat apa yang ingin kita lihat – melainkan harus dengan mata terbuka lebar melihat kenyataan yang ada. Kisah ini memberi banyak makna bagi pembaca. Tere liye mampu membawa pembaca mengikuti setiap alur cerita dalam novel ini.

Kisah berikutnya, ‘Kisah Sie Sie’, adalah sebuah kisah yang penuh emosi dan bisa jadi menyayat hati. Keluarga seorang gadis bernama Sie Sie sudah berada di ambang kehancuran, Ibunya sakit keras, Ayahnya masuk penjara karena ketahuan mencuri brankas, dan masih ada enam adik-adiknya yang harus dihidupi. Tanpa mempunyai pilihan lain, Sie Sie mengambil keputusan untuk menjadi istri belian. Kepada Ibunya, ia berjanji bahwa pernikahannya akan bahagia. Sie akan mencintai lelaki itu apa adanya dan sungguh ia menepati janjinya. Sie mencintai dengan tulus seorang lelaki yang memperlakukannya dengan rendah, sebuah cinta yang penuh dengan pengorbanan.

Kisah selanjutnya”Percayakah Kau Padaku?” cerita ini mempunyai makna dan nilai moral yang begitu dalam. Karakter dalam cerita ini pernah ada di Berjuta Rasanya, dalam kisah yang berjudul “Kupu-Kupu Monarch”. Dalam kisah ke-tiga ini ada kisah legenda yang terselip di dalamnya, yaitu tentang kisah cinta Rama dan Shinta. Kisah yang diketahui orang banyak adalah bahwa Rama dan Shinta amat saling mencintai satu sama lain, dan Rama telah menyelamatkan kekasih hatinya dari sang raksasa, Rahwana. Akan tetapi kisah yang sesungguhnya baru dimulai sesudahnya, saat kepercayaan Rama pada istrinya diuji. Dan saat rasa percaya itu tidak lagi ada, rasa cinta sebesar apa pun sungguh tidak ada gunanya. Kisah ini dapat menyadarkan pembaca akan  pentingnya arti kepercayaan.

 

Kesimpulan Dari Novel

“Tetapi malam ini, ketika melihat wajah sendumu, mata sembapmu, semua cerita tidak masuk akal itu, aku baru menyadari, cinta bukan sekadar soal memaafkan. Cinta bukan sekadar soal menerima apa adanya. Cinta adalah harga diri. Cinta adalah rasionalitas sempurna.”

“Jika kita memahami cinta adalah perasaan irrasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Kita dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kita tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut. Tidak lebih, tidak kurang.”

(Tere Liye)

Kekurangan Dari Novel

Pesan moral kadang kurang tertangkap dengan baik oleh pembaca, novel ini menceritakan tentang kisah cinta sehingga bagi pembaca yang kurang pandai menyaring nilai maka dapatberansumsi bahwa pacaran dan percintaan dengan lawan jenis diperboehkan. Kekurangan lainnya yaitudsain kovernya yang kurang menarik perhatian, serta kertas yang digunakan untuk mencetak novel ini kualitasnya kurang baik.

Kelebihan Dari Novel

Novel ini cocok dibaca oleh para remaja yang sering merasa galau karena cinta, dari novel ini para remaja dapat belajar tentang cinta yang tulus, kepercayaan, dan kesabaran. Kesimpulannya, novel ini dapat memberikan banyak nilai moral yang baik bagi pembaca asalkan pembaca dapat menyaring dengan baik semua pesan yang ada.

 

About arfanart

asik,bawel,ngeselin,agak pelit

Posted on June 15, 2014, in Bahasa Indonesia 2. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: